Luka Indonesia dan Kita Masih Bisa Tertawa
goeresanpena.blogspot.co.id - opini - Bangsa Indonesia dijaman dahulu selalu dijajah bangsa - bansa luar. Itulah sejatinya bangsa penjajah selamanya akan menjadi bangsa penjajah. Dijaman sekarangpun yang dikatakan kita telah merdeka sejak tahun 1945, kita nyatanya masih saja merasakan ketidak adilan seperti halnya saat Bangsa ini mengalami penjajahan.
Sepatutnya kita sadar, bahwasanya kita adalah Bangsa yang besar, Bangsa yang lahir dari kebersamaan luka yang waktu itu sama - sama dijajah. Bangsa ini tumbuh dengan persaudaraan dan kesatuan untuk bangkit dan mengusir penjajah.
Leluhur kita, dari jaman kerajaan telah membuktikan Bahwasanya Indonesia bukanlah Bangsa yang dianggap remeh. Bahkan saat itu Bangsa ini telah membuktikan kalau Bangsa ini adalah Bangsa yang besar dengan tapak tilasnya di 2/3 dunia. Memang leluhur kita adalah para pelaut ulung, para pedagang ulung, dan para pejuang yang sangat ulung dikancah peradapan Dunia, Mereka tidak gentar dengan para penjajah dari Negeri lain yang coba datang untuk merampas harta kekayaan Tanah air. Saat itu Leluhur kita mampu menegakkan tonggak Keperkasaan sebagai Nusantara yang kuat.
Era terus berganti, perang telah berlalu, kecongkakan, rasa iri para petinggi - petinggi dimasa perang dunia ke-dua waktu itu muncul satu persatu. Pengkambinghitaman antar suku -darah dan golonganpun muncul dimana-mana, Persengkongkolan terhadap bangsa luar telah menggulingkan pemerintahan. Dengan dalih pertukaran budaya akhirnya merusak moral dan akhlak Bangsa.
Saat ini kita tanpa sadar ataupun sadar, secara mentah - mentah telah terbius dengan perkembangan jaman. Indonesia yang Jaya, kaya, subur tanahnya, masih saja direnggut oleh bangsa luar. Dan sampai kapan Bangsa ini akan menjadi bangsa yang mandiri dan bebas dari bangsa - bangsa luar yang sejatinya bangsa itu membius kita dengan peradapan - peradapan dan kemajuan kemajuan teknologi. Harusnya kita bangkit seperti pendahulu - pendahulu bangsa ini. Indonesia luka kita masih saja bisa tertawa. Saatnya kita memiliki jiwa untuk mencini negeri ini, agar Bangsa ini bisa tumbuh dan bangkit kembali.

0 komentar:
Posting Komentar